
TRANS HAPAKAT — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Dugan (1/4/2026) mendorong pemerintah daerah perkuat koordinasi lintas sektor sebagai upaya konkret antisipasi pencegahan dini terhadap potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan ( Karhula) di wilayah kabupaten setempat.
Hal tersebut di sampaikan berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) bahwa pada tahun 2026 potensi musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung cukup panjang, sehingga kesiapsiagaan perlu di perkuat tertama pada pencegahan dini Karhutla.
Menurutnya Kabuapten Pulang Pisau memiliki
karakteristik lahan gambut cukup luas dan dalam, kondisi ini dinilai rawan terhadap potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lanjut dikatakan Dugan pentingnya koordinasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat, dan relawan dalam upaya pencegahan dini, diantaranya melalui edukasi dan sosialisasi terkait ancaman potensi bahaya Karhutla. Upaya tersebut menjadi kunci dalam mencegah dan meminimalir terjadinya Karhutla.
Ia juga mendorong agar sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan, khususnya terkait bahaya karhutla serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan. Edukasi dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan kesiapan sarana dan prasarana, seperti peralatan pemadam, sumber air, serta personel di lapangan. Dengan langkah antisipasi yang matang, diharapkan potensi karhutla dapat ditekan sejak dini. ( Red)







