
TRANS HAPAKAT — Wakil Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Ahmad Jayadikarta ( 28/7/2026) secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang diselenggarakan di Aula Banama Tingang Kantor Bupati setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah dan PT. Pengadaian yang telah memilih Kabupaten Pulang Pisau sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program Gencarkan. Kehadiran program ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat dan daerah.
Perlu untuk dikatahui Gencarkan merupakan program gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenainproduk dan layanan jasa keuangan yang aman, legal dan menguntungkan, sekaligus melindungi masyarakat dari prektik keuangan yang ilegal seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong hingga kini marak terjadi dan meresahkan masyarakat.
Menurutnya kehadiran program sosialisasi seperti ini menjadi sangat penting dan startegis, bagi masyarakat Pulang Pisau yang sebagian besar mata pencaharian bergwrak di sektor pertanian, perkebunan, pertanian dan UMKM.

Pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan program Gencarkan, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan formal, termasuk layanan yang disediakan oleh PT. Pengadaian, dan masyarakat memiliki alternatif sumber permodalan yang aman dan terpercaya dalam memgembangka usaha.
Lanjut dikatakanya pemerintah daerah berharap kolaborasi bersama PT. Pengadaian dan OJK terus berlanjut dan di tingkatkan, tidak hanya dalam bentuk sosialisasi, tetapi juga dalam bentuk pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat pelaku UMKM, sehingga cita – cita mewujudkan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan sejahtera secara finansial dapat segara terwujud.
Ia menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai landasan dalam memperkuat ketahanan ekonomi, baik di tingkat individu, keluarga, maupun daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif. ( Red )







