
TRANS HAPAKAT — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupten Pulang Pisau, Kalimanatan Tengah Tony Harisinta (18/6/2026) meminta untuk terus memperkuat peran damang dan mantir adat sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai persoalan adat di tengah masyarakat, serta menjaga, memgembangkan nulai adat istiadat dan identitas budaya daerah.
Hal itu disampaikan Tony Harisinta usai melantik 33 orang mantir adat dayak desa/ kelurahan di Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, yang berlangsung di Kantor Damang setempat.
Menurutnya, damang dan mantir adat memiliki posisi strategis dalam menjaga ketertiban, keharmonisan, serta kondusivitas daerah, di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir, yang merupakan perkotaan dan memiliki tingkat keberagaman masyarakat cukup tinggi.
Tony Harisinta saat membacakan sambutan Bupati Pulang Pisau menyampaikan atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat kepada seluruh mantir adat yang baru di kukuhkan. Pengukuhan ini bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan amanah yang mengandung tanggungjawab besar untuk menjaga, melestarikan dan memgembangkan nilai – nilai adat istiadat yang di wariskan oleh para leluhur.

Menurutnya keparcayaan yang telah di berikan oleh masyarakat hendaknya di jalankan penuh keteladanan, dan penuh dedikasi. Hal tersebut sangat di butuhkan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat tantangan adat yang dihadapi masyarakat semakin komplek.
Arus globalisasi perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial serta dinamika perkembangan menuntut kita mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, dan identitas budaya. Pada kontek inilah para mantir adat di harapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai – nilai kearifan lokal, yang telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Dayak sejak dulu kala.
Lanjut dikatakan Tony Harisinta pemerintah daerah meyakini , keberhasilan pembangunan tidak hanya di ukur dari kemajuan infrastruktur dan perrumbuhan ekonomi semata, akan tetapi dari kemampuan kita menjaga warisan budaya, memperkuat karakter masyarakat, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis. Oleh karenanya sinkronisasi antara pemerintah daerah dengan lembaga adat, tokoh adat, tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut dia menyebutkan kepada kepala desa, lurah dan pemerintah Kecamatan Kahayan Hilir, saya mengajak untuk terus membangun koordinasi dan kolaborasi yang baik kepada mantir adat. Untuk terus menjaga persatau dan semangat gotong – royong serta mendukung keberadaan lembaga adat, sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan bermasyarakat dan menjaga identitas daerah. ( Red )




