

TRANS HAPAKAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah memerlukan dukungan perencanaan yang terintegrasi agar pelaksanaannya dapat berlangsung secara berkelanjutan. Aspek tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas MBG Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Pulang Pisau, Rabu (07/10/2026).
Kepala Bapperida Kabupaten Pulang Pisau Bakhzar Efendi hadir dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah, Tony Harisinta bersama Asisten Sekretariat Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, kepala perangkat daerah terkait, serta tiga camat, yakni Camat Kahayan Hilir, Pandih Batu, dan Kahayan Tengah.
Bakhzar Efendi mengatakan koordinasi diperlukan untuk menyelaraskan pelaksanaan MBG dengan perencanaan pembangunan daerah. Sinkronisasi tersebut penting agar program yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat dapat berjalan searah dengan kebijakan dan program pembangunan yang telah disusun pemerintah daerah.
Menurutnya, keterlibatan berbagai perangkat daerah dan pemerintah kecamatan memberikan gambaran mengenai kebutuhan serta kondisi di masing-masing wilayah. Data dan informasi tersebut dapat menjadi bahan dalam menyusun langkah yang lebih sesuai dengan karakteristik penerima manfaat.
Bakhzar menjelaskan pelaksanaan MBG juga membutuhkan pembagian peran yang jelas antarpihak yang terlibat. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih terarah sekaligus memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi terhadap capaian maupun kendala yang ditemukan.Selain aspek pelaksanaan, keberlanjutan program juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Perencanaan yang terkoordinasi dapat membantu memastikan berbagai kebutuhan pendukung MBG dibahas secara terpadu, sehingga program tidak hanya berjalan dalam jangka pendek tetapi memiliki arah pelaksanaan yang jelas.
Bakhzar berharap koordinasi Satuan Tugas MBG terus dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah dan pemerintah kecamatan sesuai tugas masing-masing. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan program dapat memberikan manfaat nyata dalam pemenuhan gizi sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Pulang Pisau yang berkualitas. (NUAH/PALKA-48)




