
TRANS HAPAKAT — Koordinator Nasional Listrik untuk Negeri ( Kornas LUN) Teuku Yudhistira ( 25/6/2025) mengungkapkan pemadaman listrik di tanah air terus meluas, setelah Pulau Jawa yang hingga kini belum normal total, sekarang situasi serupa juga melanda di Pulau Kalimantan.
Keresahan warga akibat pemadaman listrik bergilir sudah terjadi hampir sepekan sejak Senin, 22 Juni 2026
Yudhistira menyebutkan sejumlah wilayah yang terdampak pemadaman listrik meliputi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Versi PT PLN (Persero) yang disebar ke masyarakat, penyebab utamanya adalah kendala operasional dan menurunnya pasokan listrik pada sistem interkoneksi Kalimantan akibat adanya gangguan pada salah satu pembangkit listrik. Seperti pengumuman yang disampaikan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin bahwa pemadaman listrik bergilir ini sehubungan dengan adanya kendala operasional sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.
Akibatnya terjadi penurunan pasokan daya, sehingga petugas PLN saat ini melakukan pengaturan beban pada sistem interkoneksi sebagai langkah menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Sehingga sebagian wilayah KaselTeng terkena pemadaman bergilir pada Kamis 25 Juni 2026.
Teuku Yudhistira mendesak agar PLN transparan atau terbuka kepada masyarakat bagaimana fakta yang terjadi sehingga memicu keresahan masyarakat. Karena dari data yang kami himpun, banyak permasalahan yang menjadi pemicu pemadaman listrik di Kalimantan ini, termasuk masalah batubara.
Yudhistira menegaskan , transformasi energi yang selalu digaungkan Dirut PLN Darmawan Prasodjo yakni energi baru terbarukan (EBT) cenderung isapan jempol belaka. Karena faktanya, untuk sistem kelistrikan PLN masih ketergantungan dengan PLTU yang menggunakan batubara. Nah persoalan di Kalimantan ini juga salah satunya tidak terlepas dari batubara dan disamping masalah lainnya.
Berikut daftar permasalahan yang berdampak pemadaman Interkoneksi Kalimantan:
Ketidaksiapan Pembangkit.
– FD PLTU CFK 1,2 Total 40 MW (Kendala Batu Bara basah & Batu Bara Gantung, DMN 45 MW)
– FD PLTU Muara Jawa 21 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
– FD PLTU Muara Jawa . 2 5 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
– FD PLTGU Senipah
2 27 MW (Dalam pemantauan pasca gangguan cooling LPT setelah masuk system Kembali, DMN 46 MW)
– FD PLTGU Senipah STG 9 MW (Kendala Operasi 1 unit HRSG beban tidak maksimal, DMN 25 MW)
– FO PLTGU Senipah.1 46 MW (Gangguan Alarm Firing sisi LPT, Estimasi 20 Feb 2026 s.d M1 Sep 2026)
– FO PLTU Indoeka.1 100 MW (Gangguan MFT Boiler Trip, DMN 100 MW)
– FO PLTU Indoeka.2 100 MW (Gangguan MOP, Estimasi 13 Jun 2026 sampai dengan 04 Agustus 2026)
– FO PLTU ITP 45 MW ( Kendala Ketersediaan Batubara 11 Mar 2026 sampai 31 Juli 2026)
– FO PLTU Asam2 dan 4 54 MW (Perbaikan Turbine Generator 20 Sep 2025 s.d 01 Agustus 2027)
– PO PLTU Pulang Pisau 45 MW (Simple Isnpection 01 Jun 2026 s.d 26 Jun 2026)
– PO PLTU TPI. 2 100 MW (Seriously Inspection 17 Jun 2026 s.d 13 Jul 2026)
– FD PLTMG Bengkanai 70 MW (Kendala Supplay Gas Medco, Menggunakan Tube Skid CNG, DMN 185 MW )
Transfer Komam – Tanjung : 64.6 MW (Kaltim kirim ke Kalsel)
Akibat situasi itu, manual load shedding (MLS) atau pemadaman terus terjadi. Total MLS untuk Kaltimra sebesar 83.3 MW . Rinciannya, Padam Umum 83.3 MW, Padam Captive 0 MW. Sedangkan untuk MLS Kalselteng totalnya 113.45 MW, dengan rincian Padam Umum 100.65 MW dan Padam Captive 12.80 MW,” sebutnya.
Lanjut dikatakan Yudhistira kebohongan atas fakta yang terjadi, jelas membuktikan rusaknya manajemen korporasi di tubuh manajemen PLN saat ini. Hal sekaligus menambah daftar kebohongan PLN sejak era Darmawan Prasodjo.
Kondisi tersebut di sinyalir ada tekanan dari Divisi Komunikasi PLN untuk tidak terbuka ke publik terkait kondisi di tubuh PT. PLN tentang pemadaman. ( Red )




