
TRANS HAPAKAT — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional ( LPDN) Nyelong Inga Simon ( 27/8/2026) mengatakan terus berkomitmen memperkuat usaha bersama, pemberdayaan UMKM serta optimalisasi potensi lokal sebagai pilar utama pengerak ekonomi kerakyatan.
Nyelong Inga Simon menyebutkan strategi dasar dan langkah nyata meliputi meningkatkan usaha ekonomi produktif masyarakat lokal, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan dengan memanfaatkan bahan lokal serta mengembangkan usaha bersama melalui Lembaga Perempuan Dayak, pelaku UMKM dan klaster usaha bersama.
Hal tersebut di sampaikan saat dirinya melakukan Reses Persorangan di wilayah Dapil Kalimantan Tengah V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, kegiatan di pusatkan di Aula Disbudporapar Kabupten Pulang Pisau.
Politisi Partai PDI Perjuangan Kalimantan Tengah dan sebagai tokoh perempuan, terus aktif mengerakan kaum perempuan di Kalimantan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan. Sebagai wujud nyata di wujutkan dengan pembentukan klaster usaha bersama, pengelolaan UMKM, serta penangan isu sosial ekonomi di tengah keluarga secara mandiri.
Sebagai seorang akademisi terus mendorong generasi muda terus berkarya, dan pelaku UMKM lokal untuk terus belajar menguasai ilmu pengetahuan serta memanfaatkan teknologi modern, hal ini harus di lakukan guna mengatasi tantangan, seperti packing, keterbatasan pemasaran secara digital yang selama ini sering di hadapi olah pelaku usaha di daerah.
Dirinya menyebutkan dalam pertemuan hari ini, bahwa kedepan ada dua program penting yang menjadi focus pembahasan terkait pengembangan padi lokal dan evaluasi kelompok usaha bersama di wilayah Dapil Kalimantan Tengah V yakni Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Mengingat padi lokal memiliki daya tahan yang baik, serta adaptif dengan kondisi lokal.

Menurutnya pengembangan padi lokal dapat di lakukan dengan tetap mengacu pada pola budidaya masyarakat turun – temurun, dengan pemberian pupuk di lakukan saat persemaian dan menjelang pembuahan guna mempercepat pertumbuhan. Kami sudah melakukan pengujian terhadap komuditas padi tersebut.
Jika produksi padi lokal ini berjalan dengan baik, dan produksinya terus berkembang kami wacanakan memberi nama Padi Nyai Undang, agar tidak punah, akan tetapi berupaya terus berkembang hasil budidaya dan produksi lokal.
Lanjut dikatakan Nyelong Inga Sumon selain bidang pertanian beberapa usaha bersama yang perlu di evaluasi adalah produksi lamang, anyaman purun, produksi telor asin, pengemasan beras lokal dan kerajinan meroncek, sehingga ke depan produk yang di hasilkan memiliki daya saing di pasaran.
Dirinya menambahkan untuk penungkatan kapasitas SDM, telah melakukan pelatihan dengan GKI dan Universitas Veteran Jawa Timur, serta telah menjalin komunikasi dengan pihak Barito Pasific Group mengembangkan ke arah produksi industri. Seluruh aspirasi yang kami himpun nantinya akan kami sampaikan pada rapat DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, agar mendapatkan dukungan serta kebijakan anggaran daerah, secagai penicu keberlangsungan program tersebut. ( Red )




