
TRANS HAPAKAT — Kepala Pelaksanan (Kalaksa) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Pangeran S. Pandiangan (13/10/2026) mengungkapkan secara komulatif jumlah titik panas (hotsport) di kabupten setempat sejak 14 hari terakhir mencapai 9.468 terhitung sejak 30 September hingga 13 Oktober 2026.
Pandiangan menjelaskan Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 7.256 titik,” kata Ketua Harian Pelaksana Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas.
Berdasarkan data Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas, tingginya jumlah hotspot tersebut menunjukkan masih besarnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.
Pada 13 Oktober 2026 saja, tercatat sebanyak 1.750 titik panas di Kabupaten Kapuas. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Mantangai kembali mendominasi dengan 1.333 titik.
Selain Mantangai, sebaran titik panas di wilayah Kabupaten Kapuas juga perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran di kawasan lahan gambut, semak belukar, dan lahan terbuka.
Secara kumulatif sejak Januari hingga 13 Oktober 2026, tercatat sebanyak 439 kejadian karhutla di kabupaten setempat. Total luas lahan yang terbakar mencapai 4.129,88 hektare, dengan jumlah hotspot sebanyak 41.302 titik.
Data tersebut menggambarkan besarnya dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sepanjang tahun ini. Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan serta upaya penanganan berkelanjutan dari pemerintah daerah bersama unsur terkait dan masyarakat.
Pencegahan karhutla juga perlu terus diperkuat melalui pemantauan titik panas, patroli di wilayah rawan kebakaran, kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Laporkan segera bila ditemukan titik api kepada tim Poslap gabungan, dengan begitu tim gabungan cepat bergerak melakukan penanganan kebakaran agar tidak meluas.
Penulis : Dody Silam
Editor : Palka -48/II




