
TRANS HAPAKAT — Kapolres Pulang Pisau, Polda Kalimantan Tengah AKBP Muhammad Aminuddin (15/10/2026) mengatakan bahwa dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Pulang Pisau mendapatkan BKO sejumlah 30 Personil Brimob dari Polda NTB.
Pernyataan tersebut disampaikan usai mendampingi Kaplda Kalimantan Tengan Irjen Pol Iwan Kurniawan menyambut kunjungan kerja Asisiten Utama Operasi ( Astamaops) Kapolri Komjen Pol Dr. Roycke Harry Langei Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.
Kapolres mengatakan untuk memperkuat penangnanan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimnatan Tengah mendapatkan BKO sebanyak 200 personil Brimob dari Polda NTB, sehingga dalam penanganan Karhutla tertangani dengan baik.
Dari jumlah tersebut untuk Polres Pulang Pisau mendapatkan BKO sebanyak 30 personil lengkap dengan peralatan. Nantinya akan disebar penugansanya di beberapa kecamatan yang jumlah hotspot masih tinggi, diantaranya adalah Kecamatan Kahayan Hilir, Sebangau Kuala, Bukit Rawi. Dengan di tambahnya personil Brimob, tertu akan memperkuat proses penanganan Karhutla.
Kapolres M. Aminunddin menyampaikan bahwa atensi dari Bapak Kapolda, dengan hadirnya 30 Personil BKO Brimob dari Polda NTB di Kabupaten Pulang Pisau ini dapat dimaksimalkan untuk melakukan dan membackup Personil Polres Pulang Pisau untuk melakukan pemadaman Karhutla.

Dikatakanya merespon atensi dari Bapak Kapolda Kalimantan Tengah, Polres Pulang Pisau bersama Poksek jajaran terus meningkatkan respon di lapangan. Sehingga proses penanganan terintegrasi dengan berbagai elemen dan mendukung koordinasi dalam penenganan.
Upaya penanganan Karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan, lahan yang masih berpotensi menyala harus terus dipantau dan dilakukan pembasahan agar api tidak lagi muncul. Kepolisian berkomitmen untuk terus hadir dan bekerjasama dengan seluruh pihak, demi melindungi masyarakat, serta menjaga lingkungan dari dampak Karhutla.
Melalui atensi dari Bapak Kapolda Kalimantan Tengah, Polres Pulang Pisau terus berupaya guna memastikan kesiapan sarana pendukung, serta respon cepat di lapangan penanganan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau berjalan baik dan terpadu.
Ia menjelaskan upaya langkah penenanganan kepolisian telah mengembangkan sejumlah inovasi pemadaman, antara lain pengunaan serbuk penyekap api, cairan surfektan yang dapat terurai secara hayati, metode pemadaman mengunakan nozzle injector, hingga pembuatan cairan X-Fire.
Dirinya berharap penguatan personil dan sarana pendukung dan koordinasi lintas sektor dapat mempercepat penanganan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, langkah antisipasi dini menjadi penting untuk mencegah Karhutla meluas, serta mengurangi dampak terhadap kesehatan masyarakat dan terjaganya lingkungan. (Redaksi)




