
TRANS HAPAKAT — Kepala Pelaksana ( Kalaksa) Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Herman Wibowo ( 3/6/2026) mengungkapkan penerintah daerah melalui BPBD terus memperkuat mitigasi dan antisipasi dalam memghadapi potensi terjadinya Karhutla, salah satunya upaya adalah dengan mengelar Sosialisasi pencegahan dan pengendalian Karhutla tahun 2026, yang di pusatkan di Aula Bapperida kabupaten setempat.
Menurut Herman Wibowo kegiatan ini merupakan kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor, dan sebagai ekosistim kerja dalam pencegahan dan pengendalian jika terjadi potensi Karhutla di wilayah kabupaten setempat. Dengan keterlibatan aktif dari berbagai unsur seperti TNI – Polri Kejaksaan, pemerintah kecamatan dan desa, menjadi kekuatan kolaboratif dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla.
Dikatakan Herman Wibowo kegiatan ini merupakan aksi mitigasi pemerintah daerah dalam upaya mencegah dan pengendalian terjadinya potensi Karhuta di musim kemarau yang di prediksi berlangsung lama. Hal ini juaga sebagai langkah preventif, dengan melibatkan seluruh elemen baik dari TNI – Polri, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BMKG, Kejaksaan, Manggala Agni, KPSHK, NGO pemerhati lingkingan, dan lainya.

Kegiatan sosialisasi pencegahan dan pengendalian Karhutla hari ini adalan sebagai upaya mereviw atau mengulas kembali penaganganan Karhutla pada tahun 2023 dinilai efektif dan berhasil melakukan pencegahan dan kesiapsiagaan. Dengan hadirnya seluruh elemen di kegiatan tersebut di harapkan menjadi ekosistim kerja secara terpadu dan terkoordinir, yang paling utama adalah keterlibatan peran aktif dari masyarakat.
Lanjut dikatakanya upaya selanjutnya adalah terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi terjadinya Karhutla. Untuk di ketahui bahwa dalam menghadapi kemarau panjang dan potensi terjadinya Karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla untuk tiga kabupaten yakni Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Kabuapten Kapuas.
Sementara untuk Kabupaten Pulang Pisau masih menunggu indikator dan kaji cepat serta kondisi lapangan sebagai pendukung mengenai status tersebut.
Herman menyebutkan pertemuan hari ini salah satu poin penting adalah terkait dengan data mengenai sasaran dan prasarana yang di miliki terutama di masing – masing MPA di desa, serta SDM, dengan begitu upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau akan berjalan efektif, dan terpadu, di samping pendataan mengenai fungsional sumur bor dan kondisi embung.
Herman mejelaskan berdasarkan Peraturan Nomor 1 Badan Nasioal Penangulangan Bencana (BNPB) bahwa Kabupaten Pulang Pisau masuk dalam Locus Rencana Nasional Penangulangan Bencana Karhutla. Artinya Kabupaten Pulang Pisau menjadi antensi pemerintah pusat memelui BNPB terkait kesiapsiagaan dan pencegahan bencana Karhutla.
Dirinya menambahkan beberapa point penting dalam kegiatan ini adalah bersinergi dan berkolaborasi dalam implementasi rencana aksi daerah penanganan bencana Karhuta tahun 2026 menuju Kabupaten Pulang Pisau bebas asap. Memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Meningkatkan dan penyadartahuan dan partisipasi masyarakat terhadap pencegahan dan pengurangan resiko bencana. Serta mengoptimalkan sumber daya dan melakukan langkah kongkret sesuai tugas dan kewenagan dalam mendukung kabupaten tangguh bencana.
Kegiatan Sosialisasi pencegahan dan pengendalian Karhuta di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta, dengan pemateri dari BMKG, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Pabung 1011/KLK, Kabag Op Polres Pulang Pisau dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pulang Pisau. ( Red)






