
TRANS HAPAKAT — Kapolres Pulang Pisau, Polda Kalimantan Tengah AKBP Iqbal Sengaji (13/3/2026) mengatakan Gerakan Pangan Murah yang di gelar serentak se Indonesia oleh Polri, adalah sebagai upaya mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan Gerakan Pangan Murah Polres Pulang Pisau di pusatkan di Halaman Sat – Polairud jalan Tingang Menteng Kabupaten setempat.
Kapolres Iqbal Sengaji menjelaskan Gerakan Pangan Murah yang di gelar serentak adalah intruksi Bapak Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo, kegiatan tersebut membuktikan bentuk nyata dukungan institusi kepolisian terhadap program pemerintah dan masyarakat, sekaligus bukti kehadirian Polri di tengah masyarakat dalam menyalurkan pangan murah khususnya beras.
Dirinya menyebutkan gerakan bersama antara Polres Pulang Pisau,Bulog, serta Disperindagkop UMKM setenpat, sebagai langkah konkret mendukung program pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat. Penyaluran beras SPHP kemasan lima kilogram dijual dengan harga terjangkau ( Rp 60.000 ).

Melalui Gerakan Pangan Murah Ungkap dia, Polri ingin memastikan masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau dapat merasakan langsung manfaat dari gerakan ini, perlu untuk di ketahui ketersediaan bahan pangan khususnya beras pada tahun 2025 tersedia sebanyak 107 ton, setara dengan 115 persen dari target, artinya ketersediaan beras surplus.
Dirinya meyakini untuk tahun 2026 melalui kerjasama Bulog dan Polri serta pemerintah daerah setempat, bahwa ketersediaan bahan pangan beras tetap aman, dan di pastikan tidak ada gejolak harga di pasar maupun toko sembako, hasil pengawasan kondisi masih aman, atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi ( HET).
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Polri akan selaalu hadir untuk masyarakat, memperkuat peran sebagai garda terdepan dalam mendukung stabilitas nasional baik dari sisi keamanan, harga, penguatan daya beli rakyat, maupun ketahanan sosial dan ekonomi. Polres Pulang Pisau melalui Polsek jajaran menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bijak menyikapi pemberitaan hoaks yang masif beredar. ( Red)






