
TRANS HAPAKAT – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Bersama tim gabungan dari berbagai unsur TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga pemerintah desa, terus melakukan koordinasi dan kolaborasi terkait penanganan Karhutla yang hingga kini masih berlangsung di beberapa wilayah kabupaten setempat. Sabtu, 10/10/2026.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, BPBD Kabuapten Pulang Pisau dalam Tanggap Darurat Karhutla pada tahun 2026 telah membentuk sebanyak delapan Pos Lapangan (Poslap) yang tersebar di delapan kecamatan. Keberadaan pos-pos ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini, mempermudah koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan respon ketika terjadi indikasi kebakaran di lapangan.
Pembentukan delapan Poslap ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya penvegahan dam penanganan maupun bebas kabut asap. Dengan adanya pos yang tersebar di semua daerah, informasi dari lapangan bisa diterima lebih cepat dan penanganan dapat dilakukan lebih efektif.
Selain memperkuat organisasi lapangan, BPBD juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung penanggulangan Karhutla berada dalam kondisi siap pakai baik personil maupun peralatan. Jangan sampai saat terjadi kondisi darurat, justru kita terkendala karena sarana tidak siap.

Fakta miris terjadi pada Pos Lapangan (Poslap) di Kecamatan Banma Tingang diduga selama pemerintah daerah menaikan tatus siaga darurat menjadi tanggap darurat Karhutla sejak tanggal 15 Septeber hingga 13 November 2026 tidak tampak kegiatan yang berarti. Poslap yang dipusatkan di kantor kecamatan setempat tampak kosong bahkan selembar baleho atau atribut sebagai tanda keberadaan Posko tidak ada atau tidak di pasang.
Sementara dalam Analisa dan evaluasi (Anev) yang dilakukan di Posko Induk BPBD selalu selalu menyampaikan paparan seolah – olah banyak kegiatan yang dilakukan oleh Poslab Kecamatan Banama Tingang, namun faktanya kondisi Posko kosong dan kantor camat terkunci. Ini menunjukan dukungan penanganan Karhutla, patut diduga hanya laporan bukan fakta kegiatan nyata di lapangan.
Kepada www.transhapakat.com Pelaksana tugas (Plt) Camat Banama Tingang Jonedi mengaku bahwa Pos Lapangan (Poslap) di wilayah kecamatan setempat berjalan sesuai dengan ketentuan, tetap mejalankan tugas sesuai ketentuan, baik melakukan patroli maupun himbauan kepada masyarakat, terus melakukan koordinasi.
Jonedi mengakui bahwa terkait dengan pemasangan baleho sebagai identitas Posko memang belum dipasang dengan alasan baleho belum sempat diambil dari BPBD. Kondisi posko kosong lantaran ada acara keluarga di Palangka Raya. ( Redaksi)




