
TRANS HAPAKAT — Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno ( 7/8/2026) menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan program Rp1 miliar per desa sebagai upaya mendorong percepatan pembangunan yang merata di seluruh wilayah kabupaten setempat.
Bupati Wiyatno menjelaskan program Rp1 miliar per desa tetap berjalan, bahkan pada tahun 2027 nanti, ada desa-desa tertentu yang bisa menerima lebih dari Rp1 miliar. Kita ingin pembangunan berjalan merata dan berkeadilan. Desa-desa yang selama ini kurang tersentuh APBD akan menjadi prioritas.
Hal itu disampaikannya, saat menggelar pertemuan silaturahmi dengan para kepala desa se-Kabupaten Kapuas. Kegiatan tersebut dilaksanakan seiring dengan digelarnya rapat koordinasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemprov Kalteng, di Palangka Raya.
Bupati Wiyatno memberikan sejumlah arahan strategis terkait pembangunan daerah, mulai dari kelanjutan program Rp1 miliar per desa, pembangunan infrastruktur jalan, hingga dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kabupaten Kapuas.
Menurutnya, pada tahun 2027 skema program tersebut akan lebih berorientasi pada asas pemerataan. Desa-desa yang selama ini telah banyak memperoleh dukungan pembangunan melalui APBD akan tetap mendapatkan perhatian, namun alokasi yang lebih besar akan diprioritaskan bagi desa-desa di wilayah pesisir dan pedalaman yang selama ini masih minim tersentuh pembangunan.
Selain membahas pembangunan desa, Wiyatno juga menyampaikan kabar baik mengenai dukungan pemerintah pusat kepada Pemkab Kapuas. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini Kabupaten Kapuas memperoleh berbagai bantuan dari Kementerian Pertanian, di antaranya program cetak sawah seluas hampir 9.000 hektare, bantuan hampir 500 unit hand tractor, rotavator, serta berbagai sarana pertanian lainnya.
Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Kabupaten Kapuas. Walaupun belum mencakup seluruh kecamatan, namun patut kita syukuri, karena akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan produktivitas pertanian.
Diribya juga memaparkan rencana pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Pemkab Kapuas pada APBD Tahun 2027 dan 2028. Fokus pembangunan akan diarahkan pada pembukaan akses jalan yang menghubungkan wilayah pesisir hingga pedalaman tanpa harus melewati wilayah kabupaten lain.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat dari lima kecamatan non-pasang surut menuju ibu kota kabupaten masih harus melintasi wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, hingga Kabupaten Gunung Mas. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Wiyatno optimistis pembangunan ruas jalan tersebut akan mampu membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah pedalaman Kapuas.
Untuk itu, ia mengajak seluruh kepala desa untuk terus menjaga sinergi dengan Pemkab Kapuas dalam menyukseskan berbagai program pembangunan. Ia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh pihak agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai harapan.
(Hmskmf/transhapakat.com)
Penulis : Dody Silam
Editor : Palka -48/II.




