
TRANS HAPAKAT — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo ( 24/6/2026) mengaku prihatin atas batalnya Kabupaten Pulang Pisau, mengikuti perhelatan akbar MTQ Korps Pegawai Republik Indonesia ( KORPRI) ke VIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengan di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya.
Menurutnya ketidakhadiran atau batalnya keberangkatan kontingen ASN Kabupaten Pulang Pisau ke ajang MTQ Korpri tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2026 sangat di sayangkan oleh pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sesuai informasi yang semula pelepasan akan di laksanakan pada tanggal 22 Juni 2026 urung terlaksana.
Dirinya menjelaskan cecara pribadi dan atas nama pemerintah Provinsi Kalimantan kami pada dasarnya sangat menyayangkan ketiadakhadiran Kabupaten Pulang Pisau pada even ini, sehingga hanya di ikuti 12 kabuapten satu kota, minus Kabupaten Pulang Pisau. Tentu ini menjadi catatan kenapa Pulang Pisau tidak bisa hadir.
Batalnya Kontingen Pulang Pisau terang dia, apakah ada kendala teknis, itu yang menjadi pertanyaan kita, karena secara umum Kabupaten Pulang Pisau mempunyai perluang dan potensi pada gelaran MTQ Korpri ini, ada kendala teknis apa dirinya tidak mengetahui secara pasti, sehingga batal hadir untuk bersilaturahmi.

Edy Pratowo menegaskan bahwa kejadian ini berharap menjadi pembelajaran dan koreksi bagi pemangku kepentingan, sehingga kedepan Kabupaten Pulang Pisau bisa hadir dan mengikuti kegiatan silaturahmi dan asah kemampuan memantapkan ukuwah islamian bagai ASN khusunya di Kalimantan Tengah.
Hingga saat ini belum ada keterangan dan kejelasan secara resmi dari pemeintah daerah setempat, mengenai kendala teknis dan administratif yang membuat para peaerta atau kafilah gagal atau batal berangakat ke Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.
Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau yang tidak mau di sebut namanya, menyampaikan bahwa organisasi Korpri di Kabupaten Pulang Pisau di nilai gagal melakukan pembinaan keagamaan, pasalnya kegiatan yang sudah diagendakan akirnya gagal beralasan adanya faktor kendala teknis.
Panitia harus bisa menjelaskan ke publik apa yang menjadi penyebab sehingga kafilah gagal berangkat, ini ironis pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran, namun pihak panitia tidak bekerja dengan profesional, ini menunjukan rapuh dan inkonsistensi pengurus Korpri Kabupaten Pulang Pisau, atas tidak ikutnya MTQ Korpri Ke VIII di Kabupaten Murung Raya.
Menurutnya Korpri Kabuapten Pulang Pisau gagal melakukan pembinaan keagamaan sebagai pilar utama membangun fondasi moral, spiritual dan integritas Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di Bumi Handep Hapakat. ( Red )



