
TRANS HAPAKAT — Wakil Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Dodo ( 23/5/2026) menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian budaya, serta persatuan daerah di tengah hantaman tantangan ekonomi global yang kian dinamis.
Menurutnya filosofi Huma Betang mengajarkan rumah besar hanya akan kokoh jika seluruh penghuninya saling menjaga. Menjaga yang dimaksud adalah menjaga dari berbagai sisi, mulai dari menjaga budaya, menjaga persatuan, menjaga lingkungan dan menjaga masa depan generasi berikutnya.
Hal itu disampaikan saat membacakan pidato Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat upacara peringatan hari jadi ke-69 Kalteng tahun 2026.
Bertindak sebagai inspektur upacara juga memberikan seruan khusus dari gubernur yang menyentuh sektor pemenuhan pangan harian.
Mengingat tingginya kebutuhan pasar saat ini, masyarakat di seluruh kabupaten/kota Se-Kalimantan Tengah diajak mengambil peran aktif melalui pemanfaatan optimal pekarangan tempat tinggal masing-masing.
Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber ketahanan pangan mandiri. Seperti menanam kebutuhan sehari – hari seperti cabai, sayur-mayur, buah, atau komoditas sederhana yang bisa menopang kebutuhan keluarga.
Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas, tapi bisa dimulai dari halaman rumah, dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Karena kemandirian daerah dimulai dari kemandirian keluarga-keluarganya. ( HO- Diskominfosantik/transhapakat.com).
Penulis. : Dody Silam
Editor : Palka – 48/II.




