
TRANS HAPAKAT.com — Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno, ( 3/6/2026) mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan pondasi membangun peradaban, kehidupan sehari-hari ditengah perbedaan dan tantangan global
Hal tersebut disampaikannya, saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, dalam upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Kapuas.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang diikuti seluruh jajaran aparatur sipil Negara (ASN) Pemkab Kapuas pagi itu, dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekda Kapuas Usis I Sangkai, unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Wiyatno mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, serta tindakan yang dapat mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, menjunjung tinggi religiositas, kuat dalam persatuan, dan kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya.
Upacara peringatan yang mengusung tema yakni, Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, arrinya Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan global dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Hari Lahir Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.
Ia menegaskan Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Indonesia juga memiliki tanggung jawab bahwa Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan serta menghentikan berbagai konflik yang terjadi.
Dia juga menyoroti kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, di antaranya melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.
Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab harus terus menjadi pijakan dalam setiap langkah bangsa Indonesia. ( HO- Diskominfosantik/transhapakat.com)
Penulis : Dody Silam
Editor. : Palka -48/II.




