
TRANS HAPAKAT.com — Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Muhammad Wiyatno ( 13/3/2026) bersama Wakil Bupati Dodo membuka secara langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan pengendalian inflasi daerah tahun 2026.
Dikatakan Bupati M. Wiyatno kegiatan ini pemerintah daerah bekerjasama dengan Perum Bulog sebagai penyedia logistik pangan di daerah. Secara simbolis juag di serahkan Kartu Huma Betang Sejahtera ( KHBS) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengan, dalam hal ini di wakili oleh Staf Ahli Gubenur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hamka.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hamka menyampaikan bahwa Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan ekonomi masyarakat serta dinamika harga kebutuhan pokok saat ini memerlukan intervensi langsung dari Pemerintah. Oleh karena itu, kartu tersebut tidak hanya sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Hamka juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Provinsi dalam menyelaraskan berbagai program bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, baik pendidikan maupun kesehatan guna meningkatkan sehingga kualitas hidup masyarakat.
Bupati Kapuas M Wiyatno dalam sambutannya menyampaikan secara keseluruhan jumlah keluarga penerima manfaat di Kabupaten Kapuas mencapai 24.535 kepala keluarga, dan untu awal penyerahan akan dilakukan di Kecamatan Mantagai dengan jumlah 3.350 penerima manfaat, penyaluran selanjutnya akan dijadwalkan.
Dirinya menyebutkan bahwa fenomena kenaikan harga beberapa komoditas pangan tentu akan membebani serta mengurangi daya beli masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu. Memyikapi kondisi tersebut memerlukan keseriusan dari semua pihak, baik pemerintah maupun para pelaku usaha besar, menengah dan kecil dalam berbagai kegiatan sektor ekonomi untuk bersama-sama bekerja keras melakukan pemulihan perekonomian daerah.
Ia menegaskan pemerintah daerah melalui memanfaatkan APBD melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga, guna mengurangi gejolak harga komoditas pangan terutama beras, minyak goreng dan gula. Oleh karena itu dengan menggelar Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah masyarakat akan terbantu mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau.
Melalui kegiatan pasar murah ini merupakan bukti keseriusan dan wujud perhatian pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.
Penulis : Dody Silam.
Editor. : Palka – 48/II.




