
TRANS HAPAKAT — Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Ahmad Rifai’i ( 24/2/2026) didampingi Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta membuka pasar penyeimbang guna menekan laju inflasi dan lonjakan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan di pusatkan di lingkungan sekitar Masjid Agung Ar Raudah Pulang Pisau.
Bupati Ahmad Rifa’i pasar penyeimbang merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Pelaksanaan pasar penyeimbang bertujuan untuk membantu masyarakat sekaligus membantu pengendalian inflasi di Bumi Handep Hapakat.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM dalam pasar penyeimbang meyediakan bahan pokok seperti Berars Premium sebanyak 28.5 ton, mintak goreng 13.812 liter dan gula pasir berjumlah 13.812 kilogram. Masyarakat di kenakan biaya tebus untuk beras dengan harga Rp 50.000 per sak (5 kilogram), minyak goreng Rp. 13.000 per liter dan gula pasir dengan harga Rp 10.000 per kilogram.
Lanjut kata Bupati Ahmad Rifa’i kegiatan pasar penyeimbang akan di gelar di lima kecamatan, untuk jadwalmya Kecamatan Kahayan Hilir mulai tanggal 24, 25 Februari dan dilanjukan pada tanggal 3.5 dan 9 Maret 2026. Untuk Kecamatan Maliku pada tanggal 26 Februari 2026 terpusat di halaman kantor camat. Kecamatan Pandih Batu tanggal 3 Maret 2026. Kecamatan Kahayan Kuala tanggal 5 Maret 2026. Serta Lecamatan Sebangau Kuala di gelar tanggal 10 Maret 2026.

Ahmad Rifa’i menegaskan, pasar penyeimbang merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang hari besar keagamaan yakni Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia menekankan, dengan di galarnya pasar penyeimbang membuktikan pemerintah hadir memberikan solusi dan ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau melalui subsidi yang diberikan.
Pemerintah daerah ingin masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga. Karena itu, pemerintah hadir memberikan subsidi agar daya beli tetap terjaga dan masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. ( Red)







