
TRANS HAPAKAT — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah Irjen.Pol Iwan Kurniawan ( 29/12/2025) memgungkapkan Groundbreaking pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kalimantan Tengah sebagai upaya komitmen kepolisian dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto terkait pemenuhan gizi masyarakat melalui Progam Makan Bergisi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Irjen Pol Iwan Kurniawan usai melakukan kegiatan Groundbreaking ke II Pembangunan SPPG Polri Kalimantan Tengah, yang dipusatkan Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.
Kapolda Irjen Pol. Iwan Kurniawan menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 19 SPPG yang melaksanakan groundbreaking, dengan delapan di antaranya berada di wilayah kategori 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Secara keseluruhan, jumlah SPPG Polri ditambah SPPG wilayah 3T saat ini kurang lebih mencapai 36 unit. Dari jumlah tersebut, 28 SPPG telah dibangun sebelumnya, dengan rincian enam unit sudah operasional, 11 dalam proses pembangunan, serta 11 lainnya ditambah delapan SPPG yang hari ini mengikuti groundbreaking.
Ia berharap pembangunan SPPG yang terus diperluas dapat meningkatkan cakupan pelayanan pemenuhan gizi di Kalimantan Tengah, mengingat masih banyak anak sekolah yang membutuhkan dukungan dan pemenuhan gizi seimbang.
Dirinya menyampaikan bahwa saat ini program makan bergizi gratis, baru menyasar kepada anak-anak sekolah. Untuk ibu hamil dan kelompok stunting memang belum terjangkau sepenuhnya, karena jumlahnya cukup besar.
Menurut Iwan Kurniawan permintaan terhadap program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah terus meningkat, sementara pembangunan SPPG dilakukan secara bertahap sesuai target yang telah ditetapkan. Meski demikian, untuk Provinsi Kalimantan Tengah dinilai hampir memenuhi target nasional.

Dalam operasionalnya, ungkap dia bahwa Polri secara rutin melakukan evaluasi terhadap SPPG, mulai dari aspek kesehatan, kandungan gizi, keamanan pangan, hingga kelayakan konsumsi makanan yang disajikan.
Dirinya mengatakan salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah ketersediaan sayur-mayur yang terkadang belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu program khusus dengan melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten, seperti penyediaan lahan untuk penanaman sayur.
Ditambahkan meski saat ini kebutuhan bahan pangan masih tercukupi, namun berbagai hal yang perlu di antisipasi adanya kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan, apabila seluruh SPPG telah beroperasi penuh. Oleh sebab itu, pihaknya sudah mulai melakukan kegiatan berkebun sayur dalam menunjang pemenuhan kebutuhan tersebut, sebagai langkah antisipasi ke depan. (Red)




