
TRANS HAPAKAT – Asisten III Setda Kapuas, Kalimantan Tengah, Perry Noah ( 6/10/2026) meminta kepada para kepala desa agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tugas Kader Pembangunan Manusia (KPM), dalam rangka mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Hal itu, disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Monitoring Evaluasi Electronic Human Development Worker (EHDW), dalam rangka mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kapuas, bertempat di Aula Bapperida Kapuas.
Ia menjelaskan, keberadaan KPM memiliki peran penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, gizi, sanitasi, air bersih, pendidikan dan perlindungan sosial harus dilakukan secara terpadu, karena berada dekat dengan masyarakat dan pemerintahan desa.
Menurutnya KPM memiliki peran dalam membantu mengidentifikasi sasaran, memantau kondisi masyarakat, serta mendorong keterpaduan berbagai intervensi pembangunan manusia di tingkat desa. Selanjutnya pemanfaatan aplikasi EHDW sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi dan data dalam mendukung tata kelola pembangunan, berbasis data benar, lengkap, akurat dan diperbarui secara berkala.
Ia menegaskan, data tersebut tidak boleh hanya menjadi kebutuhan administrasi, tetapi harus dimanfaatkan sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pembangunan, baik di tingkat desa maupun kabupaten.
Data yang akurat manjadi dasar dalam mengambil keputusan pembangunan. Oleh sebab itu diharapkan kepada seluruh KPM untuk melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Pastikan setiap data yang diinput dapat dipertanggungjawabkan, sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan dan dilakukan secara tepat waktu.
Menurutnya, upaya pencegahan dan penurunan stunting merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Anak-anak yang tumbuh sehat serta mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar secara baik merupakan investasi bagi masa depan.
Pencegahan stunting bukan hanya berbicara mengenai penanganan masalah kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun generasi Kabupaten Kapuas yang sehat, cerdas, produktif dan berkualitas.
Ia memyebutkan percepatan pencegahan dan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama dan sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, TP Posyandu, TP PKK, KPM serta seluruh unsur terkait perlu terus diperkuat dari tingkat kabupaten hingga desa.
Dirinya menambhkan bahwa legiatan peningkatan kapasitas dan monitoring evaluasi EHDW ini bukan hanya kegiatan teknis penginputan data, tetapi merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk mewujudkan tata kelola pembangunan yang lebih terencana, terintegrasi dan berbasis data.
(Hms kominfosantik/transhapakat.com)
Penulis : Dody Silam
Editor : Palka – 48/II




