
TRANS HAPAKAT – Kepala Pelaksana ( Kalaksa) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Pangeran S. Pandiangan (1/10/2026) mengungkapkan Satuan Tugas (Satgas) Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mencatat sebanyak 3.434,12 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga September 2026.
Dikatakan Pangeran S. Pandiangan hasil perhitugan Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar mencapai 1.903,15 hektare, Kecamatan Dadahup 309,9 hektare, Kapuas Timur 196,5 hektare, dan Kapuas Murung 146,3 hektare.
Kenudian luasan lahan terbakar tercatat di Kecamatan Kapuas Barat 91,35 hektare, Basarang 85,6 hektare, Selat 78,4 hektare, Kapuas Hilir 77,07 hektare, Timpah 65,95 hektare, dan Kapuas Tengah 28,5 hektare., Kecamatan Bataguh tercatat 15,2 hektare, Pulau Petak 11,3 hektare, Pasak Talawang 10 hektare, Mandau Talawang 6,5 hektare, serta Kapuas Hulu dua hektare.
Sementara itu, Kecamatan Kapuas Kuala dan Tamban Catur tercatat belum terdapat luasan lahan yang terbakar berdasarkan data Satgas Posko Induk hingga September 2026.
Pangeran menjelaskan, selain luasan lahan terbakar, jumlah kejadian karhutla juga cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat sebanyak 352 kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas.
Adapun jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau mencapai 30.200 titik sepanjang periode tersebut. Untuk September ini, ada peningkatan titik panas yang semula pada bulan lalu 14.789 menjadi 14.816 hotspot.
Ia menjelaskan Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak pada September, yakni mencapai 7.589 titik. Selanjutnya Kecamatan Timpah sebanyak 2.331 titik dan Dadahup sebanyak 566 titik panas.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengantisipasi dampak kekeringan dan asap terhadap masyarakat.
Satgas terus berupaya melakukan pemadaman di beraberapa wilayah kecamatan, tim gabungan memastikan kesiapan personil dalam penanganan di lapagan, sehingga dapat berlangsung secara terpadu, dan terkoordinasi.
Penulis : Dody Silam
Editor : Palka – 48/II




