
TRANS HAPAKAT — Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kalimantan Tengah Pangeran S. pandiangan (25/9/2026) mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan BNPB bersama TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan BMKG untuk membantu menurunkan hujan di sejumlah wilayah yang terdampak Karhutla dan kekeringan salah satunya di wilayah kabupaten setempat.
Dikatakan Pangeran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah di lakukan secara rutin dengan mengerahkan pesawat Cessna 208E Grand Caravan EX, namum upaya penyenaian awan di wilayah Kabupaten Kapuas hingga saat ini belum membuahkan hasil. Hal tersebut terkendala arah angin yangvterus bergerak ke arah utara.
Pangeran menyebutkan, meski hujan telah turun di sejumlah wilayah, namun hingga Kamis (24/9/2026) Kabupaten Kapuas masih belum mendapatkan hujan secara merata. Kondisi tersebut membuat kabut asap semakin pekat di sejumlah wilayah, sehingga menyebabkan jarak pandang mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia menjelaskan arah angin di atas Kota Kapuas cenderung bergerak ke arah utara, sehingga hujan turun di bagian utara seperti beberapa wilayah Kecamatan Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Mandau Talawang dan Pasak Talawang yang telah mengalami turunya hujan.
Berdasarkan pantauan satelit tercatat sekitar 27.000 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kapuas, tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi salah satu indikator masih tingginya potensi karhutla di tengah kondisi kemarau ekstrem.
Pangeran mengatakan kondisi kemarau ekstrem tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Tebalnya kabut asap, sangat berpotensi terhadap peningkatan kasus ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.
Selain mengandalkan upaya OMC, petugas gabungan terus melakukan pemantauan terhadap titik panas yang terdeteksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
(HO-Kominfo/transhapakat.com)
Penulis : Dody Silam
Editor :Palka – 48/II




