
TRANS HAPAKAT — Kepala Pelaksanan (Kalaksa) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Pangeran S. Pandingan ( 25/9/2026) memgatakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kapuas, terus mengalami kenaikan hingga tembus di angka 2.465 kasus.
Kenaikan kasus ISPA di sebabkan kondisi cuaca yang buruk akibat kabut asap dari dampak Karhutla. Ini merupakan angka tertinggi dan bisa bertambah apabila kondisi masih masih seperti saat ini yakni kabut asap terus menebal.
Ia menjelaskan berdasarkan hasil laporan dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Kapuas, pertanggal 24 September 2026 tercatat sebanyak 92 kasus ISPA dalam satu hari. Hal itu disampaikannya, usai rapat evaluasi penanganan Karhutla Kabupaten Kapuas di Posko Induk Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla Kantor BPBD Kapuas.
Dirinya menyebutkan selama periode 20–24 September 2026 atau dalam minggu berjalan, tercatat sebanyak 362 kasus ISPA. Rata-rata terdapat sekitar 72 kasus ISPA per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata pada minggu sebelumnya yang tercatat sekitar 61 kasus per hari.
Secara kumulatif, jumlah kasus ISPA yang tercatat sejak 16 Agustus hingga 24 September 2026 telah mencapai 2.465 kasus. Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kecamatan Selat menjadi kecamatan dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni sebanyak 624 kasus. Selanjutnya Kecamatan Mantangai dengan 354 kasus dan Kecamatan Kapuas Hilir sebanyak 221 kasus.
Sedangkan jumlah kasus terendah tercatat di Kecamatan Pasak Talawang sebanyak 15 kasus, Kecamatan Timpah 12 kasus, dan Kecamatan Mandau Talawang sebanyak 11 kasus.
Namun, rendahnya jumlah laporan kasus dari sejumlah kecamatan belum tentu menunjukkan kondisi sebenarnya di lapangan. Sebagai contoh Kecamatan Mandau Talawang, misalnya, merupakan wilayah yang relatif terpencil dengan akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih jauh. Kondisi tersebut memungkinkan masih terdapat kasus ISPA yang belum terlaporkan atau belum mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Peningkatan kasus ISPA ini menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau dan kejadian Karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kualitas udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.
Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat berada di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, atau sesak napas.
(Hmskmf/transhapakat.com)
Penulis Dody Silam
Editor :Palka – 48/II.




