
TRANS HAPAKAT — Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Muhammad Wiyatno ( 24/9/2026) menyambut kunjungan Menteri Kehutanan ( Menhut) RI Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB)
Letjen TNI Suharyanto mengunjungi Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Kapuas.
Bupati Wiyatno menjelaskan kehadiran Menhut dan Kepala BNPB bertujuan mengelar rapat koordinasi bersama membahas kondisi terkini dan pangkah penanganan Karhutla yang masih terjadi wilayah kabupaten setempat. Rapat di awali paparan Bupati mengenai kondisi wilayah selama musim kemarau, termasuk upaya penanganan dan kendala yang di hadapi tim gabungan di lapangan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan operasi pemadaman melalui jalur darat menjadi prioritas utama dalam beberapa hari hingga beberapa pekan ke depan. Hal itu dilakukan karena rendahnya jarak pandang akibat kabut asap menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi udara, termasuk pengeboman air dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Intinya memang operasi darat untuk beberapa hari dan beberapa minggu ini menjadi faktor utama. Terkait permintaan bantuan dari Bupati Kapuas dan Kalak BPBD, salah satunya bantuan APD untuk Damkar Mandiri itu kami sanggupi.
Operasi darat akan diperkuat secara terpadu melalui koordinasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur TNI dan Polri. Penguatan tersebut diharapkan mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah meluasnya Karhutla.
Menyeri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah pusat terus memberikan dukungan terhadap penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. Bantuan peralatan penanggulangan kebakaran menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan daerah menghadapi kebakaran.
Bapak Presiden tidak hanya datang secara seremonial, tetapi langsung menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan kebakaran sebagai sarana peralatan tempur melawan api.
Raja Juli juga mengingatkan potensi Karhutla masih perlu diwaspadai karena musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November. Karena itu, pemerintah daerah diminta terus memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Turut mendampingi Kapala BNPB dan Menteri Kehutanan RI, diantaranya Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, Pangdam XXII/ Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin, rombongan di sambut Bupati HM. Wiyatno, Wakil Bupati Dodo, unsur Forkopimda dan perangkat daerah di lingkup pemerintah daerah setempat.
(Kominfosantik/transhapakat com)
Penulis : Dody Silam
Editor : Palka – 48/II.




