
TRANS HAPAKAT – Damang Kepala Adat Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Idon Y. Riwut ( 8/9/2026) mengatakan Kadamangan Kahayan Hilir bersama Konsorsium Pendukung Sistim Hutan Kerakyatan ( KPSHK ) mengelar
ritual adat dan doa bersama Kahanjak Darung Bawan, sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Kadamangan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.
Dikatakan Idon Y. Riwut kegiatan ritual adat dan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk memohon turunya hujan, guna mengatasi kondisi daerah atas kemarau panjang dan bencana kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
Ritual adat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Imbauan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah tentang Penanggulangan Bencana Kekeringan dan Pencegahan Karhutla. Dan memghimbau agar setiap elemen tokoh adat, termasuk Damang Kepala Adat agar melakukan kegiatan spiritual adat dengan tujuan memohon di turunkan hujan guna mengatasi dampak kemarau panjang yakni bencana Karhutla.
Dirinya menjelaskan ritual adat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama, di tengah kondisi wilayah kabupaten setempat sedang mengalami bencana Karhutla. Ritual ini dalam rangka memohon kepada Penguasa Pemilik Hujan, melalui ritual tersebut agar bisa di turunkan hujan dan Karhutla segera di atasi.
Lanjut dikatakan Idon Y. Riwut upaya spiritual adat merupakan tanggungjawab bersama, selaku pemangku adat kami memiliki tugas menjaga dan melestarikan adat dan budaya, sehingga dengan di gelarnya ritual adat memohon hujan, dan Yang Maha Kuasa Sang Pemilik Hujan mengabulkan hujan segara turun dan Karhutla segera berlalu.
Lebih lanjut dia mengungkapkan terkait pembakaran lahan, pihak kadamangan memdukung dam sepakat setiap kejadian kebakaran harus di tanganai secara prosedur dan profesional dalam penindakan. Kondisi ini berbeda dengan peladang berpindah atau beladang secara tradisional yang dilakukan olah masysrakat lokal.

Perwakilan KPSHK Onasis mengatakan kegiatan ritual adat bersama Kadamangan Kahayan Hilir merupakan bagian dari program Pengelolaan Terpadu Ekosistem Hutan Gambut di Kecamatan Kahayan Hilir yang digagas Project Rimba Collective melalui Inisiatif Kahayan Hilir.
Menurutnya kegiatan ini bukan hanya ikhtiar spiritual, tetapi juga upaya nyata untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut dan mencegah Karhutla.
Tujuan utama ritual ini adalah melaksanakan ikhtiar adat melalui doa bersama meminta hujan sebagai upaya penanggulangan bencana kekeringan, serta memperkuat harmonisasi budaya dalam pencegahan Karhutla yang melibatkan masyarakat adat setempat. Diharapkan segara turun hujan bencana Karhutla segara berakhir. (Red )




