
TRANS HAPAKAT. — Bupati Pulang Pisau,Kalimantan Tengah Ahamad Rifa’i (13/5/2026) bersama Wakil Bupati Ahmad Jayadirkarta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) hasil Seleksi Terbuka (Selter) yang di pusatkan sekitar Pasar Paranak jalan Tingang Menteng Kalurahan Pulang Pisau , Kecamatan Kahayan Hilir Kabuapten setempat.
Bupati Ahmad Rifa’i dalam arahanya menyampaikan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah janji Pejabat Eselon II atau Pejabat Jabatan Manajerial di lingkup pemerintah daerah sengaja di lakukan di ruang terbuka tepatnya di lingkungan pasar tradisional bertujuan untuk memeperkanalkan pejabat yang mengemban amanah agar lebih di kenal olah masyarakat.
Menurutnya pelantikan pejabat eselon II di ruang terbuka ini, merupakan pelantikan kali kedua setelah pasanagan Ahmad Rifa’i – Ahmad Jayadikarta resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pelantikan pertama tahun 2025 digelar di lapangan Handep Hapakat dan Tahun ini di lokasi pasar tradisional.
Ia menegaskan pelantikan di luar gedung ber AC merupakan konsep yang digagasnya, dengan harapan pejabat bisa melihat secara dekat aktifitas masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian sehari – hari. Dan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ritme organisasi pemerintahan melalui pengisian jabatan strategis berdasarkan hasil seleksi terbuka yang telah dilaksanakan bulan April lalu.
Pengisian pejabat ini untuk memperkuat semangat, daya juang, serta daya dukung perangkat daerah agar kinerjanya semakin maksimal, terlebih kita telah memasuki tahun anggaran 2026 yang penuh tantangan.
Dirinya menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik dan ambil sumpah janjinya merupakan hasil seleksi berbasis kompetensi, rekam jejak, integritas, serta kebutuhan organisasi, bukan karena kedekatan ataupun faktor politik. Dan
meminta para kepala perangkat daerah yang baru, untuk bekerja secara profesional, membangun kerja tim yang solid, serta menghadirkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Ahmad Rifa’i menyebutkan indikator utama jabatan bukanlah atribut atau fasilitas, tetapi kinerja dan prestasi. Aparat pemerintah harus responsif dan proaktif, mengingat bahwa tahun 2026 kita di tuntut untuk efisensi dan ketepatan dalam pengelolaan anggaran, seiring adanya kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
Olehnya itu, para kepala perangkat daerah diminta untuk lebih fokus pada program prioritas, serta selektif dan bijak dalam penggunaan anggaran. Ia meminta agar seluruh pejabat yang dilantik untuk menanamkan jiwa pengabdian yang tulus, menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.
Ditambahkanua jabatan ini adalah amanah dan kepercayaan, tunjukkan bahwa saudara adalah pilihan terbaik untuk mewujudkan Bumi Handep Hapakat yang lebih baik, maju, sejahtera dan lebih melayani masyarakat. ( Red)




