
TRANS HAPAKAT — Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Osa Maliki ( 22/12/2025) membenarkan korban klotok tengelam di muara laut Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau Bernama Rijki Ramadn (20) di temukan dalam kondisi mengapung.
Dikatakan Osa Maliki korban benama Rijki Ramadan (20), beralamat Sirnagalih, RT002/RW02, Megamendung Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, di temukan dalam kondisi mengapung di Pantai Kasuari Desa Sungai Balau RT 04, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Lanjut dikatakan Osa Maliki korban di nyatakan hilang sejak tanggal 18 Desember 2025, akibat perahu klotok yang di tumpangi korban pecah dihantam gelombang. Dalam peristiwa tersebut empat orang penumpang dinyatakan selamat dan satu orang hilang yakni Rijki Ramadan (korban) yang saat ini di temukan dalam kondisi meninggal dunia.
Osa Maliki menyebutkan saat ini pihaknya bersama tim, bergerak ke Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan untuk koordinasi lebih lanjut, memgingat peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, dan korban adalah warga Kabupaten Bogor, sehingga perlu untuk koordinasi dengan pihak keluarga korban.
M. Rizaldi Emaputra (27) Anggota Damkar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan mengungkapkan bahwa penemuan dan evaluasi korban berawal dari laporan masyarakat Desa Pantai Kasuari, Kecamatan Kurau, kepada petugas Damkar setempat sekitar pukul 16.00 Wita. Bahwa terdapat sesosok mayat mengapung di bibir pantai desa setempat.
Atas lopran tersebut dirinya bersama tiga rekan anggota lainya, bergerak menuju lokasi sesuai laporan warga dan ternyata benar di temukan mayat jenis kelamin pria dalam kondisi mengapung di bibir pantai terombang – ambing terbawa ombak dan kondisi mayat bagian wajah sudah mulai rusak.
Dirinya menjelaskan bersama tiga anggota lainya di bantu warga setempat, berhasil mengevakuasi korban dari bibir pantai, adapun ciri – ciri mayat tersebut adalah memakai kalung warna putih (perak) perak dan gigi memakai behel. Selanjutnya mayat di evakuasi RSUD H. Boejasin, Pelaihari untuk proses selanjutnya. (red)




