
TRANS HAPAKAT — Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Osa Maliki ( 18/12/2025) membenarkan terjadi peristiwa tengelamya perahu klotok milik nelayan pecah akhibat di hantam ombak muara laut Desa Sangiang Kecamatan Kahayan Kuala kabupaten setempat.
Dikatakan Osa Maliki berdasarkan laporan dari pihak kepala desa serempat, peristiwa terjadi pada Rabu tanggal 17 Desember 2025 sekitar pukul 18.00 wib. Perahu klotok yang di tumpangi lima orang tengelam akibat hantaman ombak.
Lanjut dikatakanya lima pemumpang klotok yang tengelam, empat orang ditemukan selamat semetara satu orang pemumpang di nyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim dari BPBD, TNI – POLRI, dan masyarakat, sementara tim Basarnas perwakilan Palangka Raya masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Ia menjelaskan ke empat orang penunpang yang selamat diantaranya adalah Bidu, Adi dan Dani ketiganya warga Desa Kiapak, Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Satu orang selamat lainya adalah Jeri ABK KM Along Barokah 9, semetara satu orang masih dalam pencarian adalah Rijki Ramadan (20) ABK Kapal berlamat di KP. Sirnagalih RT 002 RW 02 Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan kronologis kejadian berawal dari warga Desa Kiapak berjumlah tiga orang, bermaksud akan memjemput ABK KM. Along Barokah IX, berjumlah dua orang, yang berjarak sekitar dua mil dari pantai, penjemputan tersebut adalah untuk mengantar ABK untuk membeli sembako untuk kebutuhan di kapal.
Selanjutnya berangakat dari kapal berjumlah lima orang, selang beberapa lama dalam perjalanan tiba – tiba cuaca berubah, angin kencang dan gelombang tinggi, atas terjangan ombak arau gelombang perahu yang di tumpangi lima orang tersebut oleng dan perahu klotok akhirnya pecah dan tengalam. Saat ini tim masih melakukan pencarian satu korban yang hilang.




